Contoh Kalimat If Clause Bahasa Inggris

Kawan YEC, pernahkah kalian memikirkan sesuatu yang membuat kalian menyesal karena tidak melakukannya? Seperti, “Hmm… coba waktu itu aku belajar, pasti aku dapat nilai yang bagus,” atau “Hmm.. kalau aku jadi dia, aku pasti akan mengambil kesempatan itu.” 

 

Nah, dalam bahasa Indonesia, ini dinamakan kalimat pengandaian. Tapi, kalian sudah tahu belum apa istilahnya dalam bahasa Inggris?

 

Dalam bahasa Inggris, kalimat pengandaian dinamakan Conditional Sentence. Terdapat berbagai macam tipe Conditional Sentence. Salah satu tipenya adalah If Clause.

 

Apa saja tipe-tipe dalam conditional sentence? Dan bagaimanakah penggunaannya? Mari kita simak penjabarannya di bawah ini.

 

Tipe/Jenis Conditional Sentence

Dalam bahasa Inggris, dikenal 4 macam conditional sentence. Tipe-tipenya adalah Zero Conditional, First Conditional, Second Conditional, dan Third Conditional. Perhatikan deskripsi di bawah ini. 

 

  1. Zero Conditional/If Clause Tipe 0

 

Zero Conditional adalah tipe pengandaian yang menunjukkan fakta serta kebenaran umum yang pasti terjadi. Jenis tense yang digunakan dalam tipe ini adalah Simple Present Tense.

 

Berikut adalah contohnya:

 

  • If you put a chunk ice outside, it will melt.

(Jika kamu meletakkan sepotong es di luar, esnya akan mencair.)

 

  • If you don’t finish your assignments now, you’ll flunk in this subject. 

(Jika kamu tidak menyelesaikan tugas-tugasmu sekarang, kamu akan gagal dalam mata kuliah ini.)

 

Zero Conditional ini juga dapat berfungsi sebagai kalimat perintah atau imperative sentence.

 

  • If you’re tired, go get some sleep. 

(Jika kamu lelah, tidurlah.)

 

Dari kalimat di atas, bisa disimpulkan bahwa seseorang diperintahkan untuk tidur. 

Dari contoh di atas, rumusnya adalah If + S + Verb 1, S + V1

  1. First Conditional/If Clause Tipe 1 

Tipe yang kedua adalah First Conditional. Tipe ini digunakan sebagai pengandaian tentang hal yang bisa saja terjadi di masa depan. Tenses yang digunakan adalah Simple Future Tense. Perhatikan contoh berikut:

 

  • If I come late, my salary will be cut. 

(Jika aku terlambat datang, gajiku akan dipotong)

 

  • If you don’t listen to her advice, you will get into trouble. 

(Jika kamu tidak mendengarkan nasihatnya, kamu akan mendapat masalah.)

 

Selain itu, First Conditional juga dapat digunakan untuk menyatakan sesuatu yang akan dilakukan, jika ada hal yang terjadi. Perhatikan contoh berikut.

 

  • If you come to the party, I will come too.

(Jika kamu datang ke pesta, aku juga akan datang.)

 

Dalam kalimat ini, seseorang berkata bahwa ia akan datang ke sebuah pesta bila temannya juga datang. 

Dari contoh di atas, maka rumusnya adalah If + S + Verb 1, S + will + V1

  1. Second Conditional/If Clause Tipe 2

Tipe yang satu ini digunakan dalam situasi yang tidak mungkin terjadi. Biasanya, bentuk ini digunakan ketika kita sedang mengkhayal atau membayangkan sesuatu yang tidak realistis. Tenses yang digunakan dalam tipe ini adalah kombinasi Simple Past Tense pada klausa “if”, dan Present Continuous Conditional pada klausa utama. Perhatikan contoh berikut:

 

  • If I were the owner of that bakery, I would give everyone a slice of cake freely.

(Jika aku adalah pemilik toko roti itu, aku akan memberikan semua orang sepotong kue dengan gratis.) 

Dalam kalimat ini, si pembicara bukanlah pemilik toko roti. Jadi kalimat ini tidak realistis. 

Kalimat di atas menggunakan to bewere” karena mengikuti aturan tenses dalam klausa “if” yang menggunakan Simple Past Tense. To be yang digunakan bukanlah “was”, karena aturannya adalah menggunakan “were”. Jadi, meskipun subjeknya tunggal seperti I/she/he/it, to be yang digunakan adalah “were”. 

 

  • If I knew where they lived, I would go and meet them. 

(Jika aku tahu di mana mereka tinggal, aku akan pergi dan menemui mereka.)

Dalam kalimat ini, si pembicara tidak mengetahui di mana orang-orang tersebut tinggal. Jadi kalimat ini juga tidak realistis, sehingga If Clause tipe kedua-lah yang dipakai.

Dari contoh di atas, rumusnya adalah If + S + Verb 2, S + would + V1

  1. Third Conditional/If Clause Tipe 3

Bentuk If Clause yang ketiga ini digunakan ketika suatu kejadian telah berakhir. Tipe ketiga ini digunakan ketika pengandaian berbeda atau bertolak belakang dengan kenyataan. Tipe ini juga digunakan untuk mengatakan hal yang seharusnya atau ingin dilakukan di masa lalu. Tenses yang digunakan adalah Past Perfect Tense. Perhatikan contoh berikut:

 

  • If Tom had cooked the spaghetti, he would have been full by now. 

(Jika Tom sudah memasak spaghetti, dia akan kenyang sekarang.)

Dalam kalimat tipe ketiga ini, kenyataan berbeda dengan pengandaiannya. Jadi, Tom tidak memasak spaghetti dan kemungkinan dia lapar sekarang. 

 

  • If Sandra had been well-prepared, she would have won the competition. 

(Jika Sandra dipersiapkan dengan baik, dia akan memenangkan lomba.)

Kalimat ini juga bertipe sama. Dalam kalimat ini, Sandra tidak dipersiapkan dengan baik, sehingga dia tidak memenangkan lomba. Dengan kata lain, Sandra kalah dalam lombanya. 

 

Dari contoh di atas, rumusnya adalah If + S + had + Verb 3, S + would + have + Verb 3

Demikianlah, Kawan YEC, contoh kalimat bahasa Inggris If Clause dengan tipe-tipe If Clause. Lumayan banyak ya? Tidak apa-apa, kalian bisa mencoba menguji kemampuan dan pengetahuan kalian dalam latihan soal di bawah ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Aplikasi Latihan Soal Bahasa Inggris Install

x
Scroll to Top