Appositive, Penjebak di Soal Structure TOEFL 

KawanYEC, pernahkah kalian menemukan “dua subyek” di soal Structure TOEFL? Apakah kalian bingung menentukan subyek asli dalam soal tersebut? 

Kalau iya, berarti kalian sudah menemukan artikel yang tepat! Karena di sini, kita akan membahas mengenai appositive, si penjebak di soal Structure TOEFL.

Artikel ini juga pas untuk kalian yang mencari tahu tentang: 

Appositive adalah

Syarat appositive

Appositive phrase contoh

Appositive contoh

Appositive noun

Tanpa berlama-lama, yuk kita simak penjelasannya!

Appositive

Appositive adalah noun (kata benda) atau noun phrase (frasa kata benda) yang diletakkan di sebelah noun atau pronoun (kata ganti orang) lain. Appositive berfungsi untuk menjelaskan atau mengidentifikasi noun atau pronoun tersebut. Singkatnya, appositive adalah informasi tambahan dari sebuah subyek.

Contoh appositive:

Dua Lipa, the British singer, is the winner of Brit Awards 2021.

Dalam contoh di atas, terdapat appositive noun phrase yaitu “the British singer”. Appositive ini berfungsi sebagai informasi tambahan untuk menjelaskan siapa Dua Lipa. Dalam kalimat ini, “Dua Lipa” adalah subyeknya. 

Contoh appositive lainnya:

Merapi mount, one of the active volcanoes in the world, is located in Yogyakarta.

Dalam contoh di atas, terdapat appositive noun phrase yaitu “one of the active volcanoes in the world”. Noun phrase ini berfungsi untuk menjelaskan Gunung Merapi. “Merapi Mount” adalah subyek dalam kalimat ini.

  1. Nonrestrictive Appositive 

    Appositive dalam bentuk noun atau noun phrase bersifat nonrestrictive atau nonessential, artinya kedua elemen kalimat ini bisa dihilangkan tanpa mempengaruhi subyek yang mereka jelaskan. Appositive yang berada di tengah kalimat biasanya ditandai dengan koma. 

    Contoh penggunaan koma yang benar pada appositive di tengah kalimat:

    Yogyakarta, one of the cities in Indonesia, is known for its tourism.

    Contoh penggunaan koma yang salah pada appositive di tengah kalimat:

    Yogyakarta one of the cities in Indonesia is known for its tourism. 

    Selain di tengah kalimat, appositive dapat ditempatkan di akhir kalimat. Jika ditempatkan di akhir kalimat, appositive didahului oleh koma.

    Contoh penggunaan koma yang benar pada appositive di akhir kalimat:

    People with sweet tooth will probably like Gudeg, a typical cuisine from Yogyakarta.

    Contoh penggunaan koma yang salah pada appositive di akhir kalimat:

    People with sweet tooth will probably like Gudeg a typical cuisine from Yogyakarta.

    Selain menggunakan koma, appositive juga dapat ditulis menggunakan tanda kurung atau tanda hubung.

    Contoh penggunaan tanda kurung:

    Recently, Coldplay released a song entitled “My Universe”, featuring BTS (a Korean boyband).

    Contoh penggunaan tanda hubung:

    Lately, Coldplay – a rock band from London – released a song called “My Universe

  2. Restrictive Appositive 

Ketika suatu appositive mengandung informasi penting yang bisa mempengaruhi suatu kalimat, appositive tersebut ditulis tanpa koma.

Contoh penulisan restrictive appositive yang benar:

My friend Lia has brought me a bouquet of flower

Contoh penulisan restrictive appositive yang salah:

My friend, Lia, has brought me a bouquet of flower

Koma tidak dipakai dalam penulisan restrictive appositive karena Lia adalah penjelasan yang penting dari my friend . Dari kalimat ini, dapat diasumsikan bahwa si penutur memiliki lebih dari satu teman, tapi teman yang membawakannya sebuket bunga adalah yang bernama Lia. Kalimat kedua dapat dianggap benar jika si penutur hanya memiliki satu orang teman, dan namanya adalah Lia.

Kesimpulannya, appositive adalah informasi tambahan dari noun atau pronoun dari suatu kalimat. Appositive bukanlah subyek, namun hanya menjelaskan atau mengidentifikasi subyek tersebut. Terdapat dua jenis appositive, yaitu nonrestrictive dan restrictive. Nonrestrictive appositive ditulis dengan koma, tanda kurung, atau tanda hubung. Nonrestrictive appositive dapat diletakkan di tengah atau akhir kalimat. Restrictive appositive ditulis tanpa menggunakan koma, karena mengandung informasi penting yang bisa mempengaruhi kalimat.

Demikian, KawanYEC, penjelasan mengenai appositive. Diharapkan, setelah membaca artikel ini, KawanYEC tidak bingung tentang appositive di bagian Structure TOEFL ya!   

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top